Menurut Data Agregat Kabupaten Bantul Semester 2 Tahun 2025, jumlah penduduk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sewon I adalah 47.472 jiwa yang tersebar di Kalurahan Pendowoharjo dan Timbulharjo.

Gambar 2. Jumlah Penduduk Menurut Kalurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I Tahun 2025
Gambar 2 menunjukkan jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Sewon I, jumlah penduduk di Klaurahan Timbulharjo tercatat sebanyak 23.884 jiwa, sementara jumlah penduduk di Kalurahan Pendowoharjo sebanyak 23.588 jiwa. Data ini menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan sumber daya kesehatan, seperti jumlah tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta logistik pelayanan kesehatan.

Gambar 3. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin Menurut Kalurahan di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I Tahun 2025
Gambar 3 di atas menyajikan peta distribusi penduduk berdasarkan jenis kelamin di dua wilayah kalurahan, di wilayah Pendowoharjo, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 11.817 jiwa, dan perempuan sebanyak 11.771 jiwa. Sementara di Timbulharjo, jumlah penduduk laki-laki adalah 11.990 jiwa, dan perempuan 11.894 jiwa. Dengan mengetahui distribusi jenis kelamin, puskesmas dapat menyesuaikan penyediaan layanan kesehatan, baik yang bersifat preventif dan kuratif termasuk aspek promosi kesehatan seperti pelayanan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, serta skrining penyakit tertentu yang berkaitan dengan jenis kelamin.

Gambar 4. Diagram Piramida Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelompok Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I Tahun 2025
Berdasarkan piramida penduduk wilayah kerja UPTD Puskesmas Sewon I pada Semester II Tahun 2025, terlihat bahwa komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif (15–59 tahun). Kondisi ini memberikan peluang strategis bagi penguatan program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan pelayanan kesehatan promotif dan preventif yang menyasar kelompok usia produktif sebagai motor penggerak keluarga dan masyarakat.
Meskipun demikian, keberadaan kelompok usia anak dan lansia tetap menjadi perhatian penting dalam perencanaan pelayanan kesehatan. Layanan dasar seperti imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, serta pelayanan lansia tetap harus diperkuat. Pendekatan kesehatan masyarakat berbasis siklus hidup sangat relevan untuk diterapkan, seiring dengan upaya menjaga keseimbangan pembangunan kesehatan secara berkelanjutan.

Gambar 5. Diagram Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Sewon I Tahun 2025
Gambar 5 menunjukkan diagram tingkat pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas di wilayah kerja Puskesmas Sewon I Tahun 2025, terlihat bahwa sebagian besar masyarakat memiliki tingkat pendidikan SMA/MA dengan jumlah sekitar 14.400 jiwa. Selanjutnya, jumlah penduduk yang tidak memiliki ijazah SD juga cukup tinggi, yaitu sekitar 12.544 jiwa, diikuti oleh lulusan SD/MI sebanyak 7.481 jiwa dan SMP/MTs sebanyak 6.771 jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi relatif lebih sedikit, yaitu Diploma I/II sebanyak 365 jiwa, Akademi/Diploma III sebanyak 1.342 jiwa, S1/Diploma IV sebanyak 4.151 jiwa, serta S2/S3 sebanyak 418 jiwa.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar masyarakat telah mengenyam pendidikan menengah, masih terdapat kelompok dengan tingkat pendidikan rendah yang cukup signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi puskesmas dalam menyusun strategi pelayanan kesehatan, khususnya dalam penyampaian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Masyarakat dengan pendidikan SMA atau yang lebih tinggi umumnya lebih mudah menerima informasi kesehatan secara tertulis maupun digital, sementara kelompok dengan pendidikan lebih rendah memerlukan pendekatan yang lebih sederhana, komunikatif, dan praktis, seperti penyuluhan langsung atau media visual. Pendekatan yang digunakan perlu disesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat, dengan kombinasi metode edukasi yang sederhana, komunikatif, serta mudah dipahami.